A Burning Water

A Burning Water

9 Songs
A Burning Water adalah fenomena musik independen yang mengemuka dari lanskap musik bawah tanah Jakarta, dikenal karena perpaduan sonik yang unik, sering kali menggabungkan elemen post-punk yang gelap, shoegaze yang menghanyutkan, dan sentuhan eksperimental yang tak terduga. Dibentuk pada tahun 2018, trio ini—terdiri dari Riyan (Vokal/Gitar), Maya (Bass), dan Bima (Drum)—segera menarik perhatian karena intensitas penampilan langsung mereka dan lirik yang introspektif, mengeksplorasi tema isolasi, memori yang memudar, dan kritik sosial yang halus. Nama grup ini sendiri, 'A Burning Water' (Air yang Terbakar), mencerminkan dualitas dan oksimoron yang menjadi inti filosofi musik mereka: kontradiksi yang indah dan kehancuran yang tenang. Debut mereka, EP 'Senja di Sudut Kota' (2020), segera menjadi kultus klasik underground, memuji produksi yang mentah namun atmosferik. Lagu-lagu seperti 'Gema Sunyi' menampilkan ketukan drum yang tebal dan lini bass yang berulang, didukung oleh distorsi gitar yang kaya dan berlapis yang menjadi trademark mereka. Dalam beberapa tahun terakhir, A Burning Water semakin memperluas cakupan mereka, bereksperimen dengan tekstur noise dan ambient, sambil mempertahankan kerangka emosional yang kuat. Mereka telah tampil di berbagai festival independen regional dan membangun reputasi sebagai salah satu artis yang wajib didengar bagi penggemar musik yang mencari kedalaman di tengah hiruk pikuk musik kontemporer Indonesia. Karya terbaru mereka mengisyaratkan perubahan menuju narasi yang lebih sinematik, menjanjikan album penuh yang sangat dinantikan pada tahun 2024.

Frequently Asked Questions

Genre utama A Burning Water adalah Post-Punk dengan pengaruh kuat Shoegaze dan elemen musik eksperimental. Mereka sering kali menciptakan suasana yang gelap dan atmosferik.

Tiket untuk pertunjukan A Burning Water biasanya dijual melalui promotor acara lokal atau platform penjualan tiket resmi yang ditunjuk untuk festival/konser spesifik. Selalu periksa akun Instagram resmi mereka untuk pengumuman terbaru.

EP pertama mereka, berjudul 'Senja di Sudut Kota', dirilis pada tahun 2020.

Mereka telah mengisyaratkan bahwa album penuh pertama mereka sedang dalam proses produksi intensif dan diharapkan rilis pada paruh kedua tahun 2024.

Band ini terdiri dari tiga anggota inti: Riyan (Vokal/Gitar), Maya (Bass), dan Bima (Drum).

Nama tersebut terinspirasi dari konsep oksimoron dan dualitas, merepresentasikan kontradiksi antara kehancuran (burning) dan ketenangan/kelancaran (water) yang mereka coba eksplorasi dalam musik mereka.

Songs by A Burning Water